Elemen Sipil Aceh Utara Kecam Sikap Pemko Langsa Menolak Penempatan Para Imigran
TuguLangsa - Gerakan Pemuda Nasdem Aceh Utara menyayangkan sikap Pemerintah Kota
Langsa yang tidak mau menerima imigran Rohingya, yang berlabuh di Julok
Aceh Timur, di wilayahnya.
“Hal ini sangat-sangat kami sayangkan, ketika sesama muslim masih ada
kata-kata seperti itu yang dikeluarkan,” kata Sekretaris DPD Garda
Pemuda Nasdem Aceh Utara, Mahadir Buloh kepada portalsatu.com, Rabu, 20
Mei 2015.
Ia mengatakan penolakan imigran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota
Langsa merupakan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Hal
tersebut, kata dia, juga bertolak belakang dengan semangat masyarakat
Aceh yang secara umum ingin membantu mereka.
“Alasan-alasan yang disampaikan oleh Pemkot Langsa merupakan alasan
klasik dan terkesan mengada-ngada, sebab selama ini belum ada komplain
dari masyarakat terhadap keberadaan mereka. Justru rakyat Aceh lebih
antusias dalam membantu mereka,” katanya.
Ia meminta Wali Kota Langsa melihat permasalahan ini dengan hati
nurani. “Mereka adalah bagian dari manusia, apalagi sebagian dari mereka
dibunuh dan diusir dari negaranya karena mereka Islam. Kalau penolakan
itu juga kita lakukan, apa bedanya Langsa dengan Myanmar,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, proses evakuasi imigran Bangladesh dan
Rohingya asal Myanmar dari Aceh Timur ke Kota Langsa mengalami kendala.
Pasalnya, Pemerintah Kota Langsa menolak mereka ditempatkan di
wilayahnya.
Rencananya, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan menempatkan para
imigran di kantor SKB Aceh Timur yang berada di Kota Langsa. Namun Wali
Kota Langsa, melalui Sekretaris Daerah, M Syahril, menolak rencana
tersebut dan menahan rombongan imigran di perbatasan Aceh Timur dan
Langsa, tepatnya di Birem Puntong.[] (bna) - PortalSatu
Laporan: Datuk Haris Molana







