Header Ads

Mampukah kita… Berpikir Kreatif atau Berpikir Di Luar Kotak




Tahukah Anda…?
Berpikir di luar kotak adalah salah satu cara  untuk berpikir kreatif …? Sering kali, saat ketika mentok akan ide-ide  kreatif, itu dikarena kita belum berpikir di luar kotak. Banyak yang mengatakan, untuk mendapatkan ide cemerlang atau gagasan terobosan, kita harus berpikir di luar kotak. Apa itu berpikir di luar kotak? Dan bagaimana hubungannya dengan  berpikir kreatif?

Berpikir Kreatif: Menghilangkan Batasan Yang Membelenggu

Mari kita memahami apa itu yang disebut dengan “berpikir di luar kotak“, langkah pertama ialah kita harus mengerti, apa yang dimaksud dengan “kotak”. Kotak adalah suatu batasan tiga dimensi. Kiri, kanan, atas, bawah, depan, dan belang dibatasi oleh suatu batas yang tidak bisa kita tembus. Berpikir di dalam kotak berarti kita kita berpikir dalam batasan-batasan tertentu. Kabar baiknya, karena kita yang membuat batasan tersebut (meski pun tidak secara sadar), maka kita pun bisa menghilangkan batasan tersebut. Ketika kita mampu menghilangkan batasan tersebut, maka kita  sudah disebut berpikir di luar kotak, atau kita sudah berpikir kreatif.

Sementara batasan tersebut ialah asumsi yang kita buat sendiri. Kita harus menghilangkan asumsi-asumsi terlebih dahulu jika kita ingin lebih lepas dalam bepikir kreatif. Batasan tersebut juga bisa disebut dengan penilaian. Seringkali kita membatasi pikiran kita dengan ide atau gagasan yang baik atau buruk. Kita  harus menghilangkan terlebih dahulu penilaian terhadap ide atau gagasan yang kita buat. Jika kita menyumbat aliran berpikir kita dengan penilaian, maka bukan hanya gagasan jelek yang akan terhambat, tetapi juga gagasan baik akan ikut terhambat. Jadi salah satu teknik berpikir kreatif adalah menghilangkan penilaian terlebih dahulu.

Berpikir Kreatif Bukan Berarti Tanpa Batas Sama Sekali
Bukan berarti semua ide itu baik. Bisa saja ide tersebut tidak baik, terutama menurut penilaian agama. Namun penilaian ini bisa kita lakukan setelah proses berpikir kreatif dan sebelum implementasi. Bukan saat kita berpikir kreatif. Ini juga sebagai bantahan kepada yang mengatakan bahwa agama menghambat kreativitas, tidak sama sekali, agama mencegah kita dalam mengimplemenasikan ide yang dilarang oleh agama. Agama, sama sekali tidak membatasi kita dalam berpikir kreatif.


Biarkan kreativitas terjadi secara otomatis, tidak usah kita atur dalam mengeluarkan ide. Jika pola pikir kita sudah positif, secara otomatis kita akan mengeluarkan ide-ide positif juga. Jadi kita tidak perlu khawatir akan keluar ide-ide yang tidak baik. Bisa jadi, saat kita mengeluarkan ide yang kurang baik, kita hanya perlu memolesnya lagi agar menjadi ide yang baik. Namun proses pemolesan ini juga dilakukan setelah proses kreativitas.

Jadi marilah kita hilangkan batasan-batasan yang membelenggu pemikiran kita. Kalau pun ada batasan yang ingin kita pegang, hanyalah batasan agama. Dengan demikian kita akan mampu berpikir di luar kotak. Kita akan menjadi orang yang berpikir kreatif atau kita akan menjadi orang kreatif, Kreatifitas adalah mutlak diperlu dalam hidup ini… (koceb)
Diberdayakan oleh Blogger.