Kelompok Masyarakat Muda Setia Melakukan Kegiatan 3R di Gampong Gedubang Jawa - Kota Langsa
TuguLangsa - Kegiatan 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau memanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah)misalnya. Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.
3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.
Menurut Penjelasan yang dijabarkan secara luas oleh Sdr. Agus yang bertugas sebagai fasilisator kegiatan dan program 3R di KSM Muda Setia GP. Gedubang Jawa Kecamatan Langsa Baro bahwa:
Melakukan 3R (Reuse Reduce Recycle) Setiap Hari.
Merupakan Aktifitas dan program KSM dalam mengelola sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) yang sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja (setiap hari), di mana saja, dan tanpa biaya. Yang dibutuhkan hanya sedikit waktu dan kepedulian kita.
Merupakan Aktifitas dan program KSM dalam mengelola sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) yang sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja (setiap hari), di mana saja, dan tanpa biaya. Yang dibutuhkan hanya sedikit waktu dan kepedulian kita.
Berikut beberapa contoh kegiatan 3R (Reuse Reduce Recycle) yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, kantor, ataupun di tempat-tempat umum lainnya.
Misalnya tentang kegiatan reuse sehari-hari:
- Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, pergunakan serbet dari kain dari pada menggunakan tissu, menggunakan baterai yang dapat di charge kembali.
- Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng.
- Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
- Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.
- Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat.
- Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan
Kemudian tentang kegiatan reduce sehari-hari:
- Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.
- Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
- Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali).
- Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
- Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
- Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.
- Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu.
Dan yang terakhir kegiatan recycle sehari-hari:
- Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.
- Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali.
- Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos.
- Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.
Dikesempatan yang sama Sdr Juana selaku ketua KSM Muda Setia GP. Gedubang Jawa, menjelaskan bahwa KSM ini berdiri sejak Agustus 2015 digampong gedubang jawa kecamatan Langsa Baro, dan Pabrik mini pengolahan sampah ini juga diresmikan oleh walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah, SE. Selanjutnya Juana juga memaparkan tentang apa-apa yang sedang dan akan terus dilakukan di KSM Muda Setia tersebut antara lain :
- Membantu Pemko Langsa dalam Mengelola sampah di Kota Langsa khususnya GP. Gedubang Jawa kecamatan Langsa baro dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos, pangan ternak dan pencacah plastic bekas.
- Membuat Areal Kebun Organik.
- Mengedukasi masyarakat GP. Gedubang jawa agar dapat memanfaatkan sampah rumah tangganya menjadi produk yang bernilai ekonomis.
Sdr. Juana juga mengatakan bahwa 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle sebenarnya sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja serta tidak membutuhkan biaya yang besar. Namun dari 3R yang sederhana ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi penanganan sampah yang sering menjadi permasalahan di sekitar kita. Ingin melihat dampaknya, silahkan langsung saja dicoba! Katanya menutup pembicaraan kami. (kcb.HL)







